Monday, February 23, 2009


Happy birthday to me...
Happy birthday to me...
Happy birthday to me...
Happy birthday to me...



Thanks a lot to all my friends that who wish me and remember my birthday..
May god bless you all...
Thank you.....

COBA


coba kau dengar
coba kau coba
diam bila ku coba
untuk berbicara dengan kamu
pernahkah kau anggap
bila ku perlu tuk meluahkan rasa hati

dan bila kau bersuara
setia ku mendengar
agar senang kau merasa

chorus
siapa sebenarnya aku padamu
mungkin sama dengan teman lain
yang bisa kau buat begitu
dan bila
tiada lagi teman bermain
kau pulang mendapatkan aku
itulah aku padamu

coba kau lihat
coba kau coba
renung ke mata kau
bila ku kaku melihatmu
pernahkah kau ada
bila ku perlu tuk menyatakan rasa sakit dalam diri
dan bila kau perlu
setia ku menunggu
agar senang kau merasa

repeat chorus
maafkan kerana ku tak pernah
terlintas tuk menulis padamu
salahkan ku
tak mungkin lagi aku meminta
untuk kau mendengar
untuk kau melihat ke mataku

Thursday, February 19, 2009

Memburu Impian


Ku Jejak Jalan Yang Berliku
Membara Jiwaku
Memburu Impian

Ku Renang Lautan Gelora
Biarpun Tersadai

Di Hujung Dunia


Akan Ku Rempuhi
Segala Rintangan

Biarpun Rebah
Ku Bangun Sendiri


Korus


Akan Ku Genggam
Biarpun Hitam
Menjadi
Milikku


Ku Mula

Dengan Langkah Ini

Menuju Sinaran
Yang Abadi...

Monday, February 9, 2009

MELAYU ITU ORANG YANG BIJAKSANA......

Melayu itu orang yang bijaksana
Razz Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Razz Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan

Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut
Biar mati adat
Jangan mati anak

Melayu di Tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu,
Minangkabau memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah mua'alaf bertakrif Melayu
(Setelah disunat anunya itu)

Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan
Sayangnya kini segala kehilangan

Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara

Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
Tanah sebidang mudah terjual

Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba
Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi

Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri
Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak

Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan

Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut

Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Selaga yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:
"Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran"

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu ?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan

Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka